Pemikiran-pemikiran Ulil adalah upaya reinterprestasi dan kontekstualisasi ajaran agama (Islam). Ulil menghindari pendekatan yang serba parsial dan ad hoc terhadap Kitab Suci. Dia menggunakan filsafat untuk membedahnya sebagai metode berpikir kritikal. Fungsi filsafat hanyalah agar otak manusia jangan sampai lumpuh berhadapan dengan sesuatu yang tidak rasional. Filsafat dalam kaitan ini adalah pembantu iman dalam pergumulannya dengan serba realitas.
Kenapa sih umat Islam berhenti berpikir selama ratusan tahun? Tidak ada lagi karya besar yang dapat disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan, padahal risalah Islam itu dialamatkan untuk kebahagiaan alam semesta, tanpa pilih kasih. Inilah sebuah keteledoran sejarah yang amat parah. Umat islam sampai permulaan abad ke-21 masih saja berada di persimpangan jalan, bahkan belum banyak beranjak dari buritan peradaban.
Setiap orang dan kelompok mesti semuanya ingin dihargai. Kedepan ketika panggung sosial semakin terasa kecil karena jumlah penduduk bumi semakin banyak dan media komunikasi semakin canggih, kita mesti siap menghadapi keragaman bahasa, budaya, makanan, dan agama. Bahkan dalam komunitas agama yang sama masih akan muncul keragaman mazhab dan aliran. Semua ini sulit dihilangkan. Lagi-lagi, adalah utopia membayangkan dalam masyarakat hanya ada agama tunggal dengan mazhab tunggal.
Pada sisi lain, perjuangan awal Rasulallah Muhammad SAW selama dua puluh tahun pertama diutus sebagai rasul, banyak ditinggalkan oleh ulama dan umat. Jadi ayo dong, kenapa sih kajian keagamaan Ulil Abshar Abdalla jadi �menakutkan� beberapa pihak? Padahal alif itu sejuta makna, sejuta arti lho..
Disini saya tidak mengatakan Ulil pasti benar, saya hanya menghargai usaha dia memajukan Islam menjadi mampu menjawab tantangan jaman. Soal latar belakang, bukankah jelas dia anak santri mantunya KH.Mustofa Bisri sesepuh NU, bukan anak kemaren sore. Saya berharap Ulil bisa meneruskan khasanah pemikiran inklusivisme dan pluralisme Gus Dur dan Nurkholis Majid dkk dan menjadikan Indonesia berada di depan dalam pemikiran Islam paling maju.
Tidak perlu resah dengan tudingan antek Yahudi, antek barat, kufur, khianat, dan sebutan nama-nama binatang apapun. Allah SWT Maha Tahu siapa yang benar-benar ikhtiar menghidupkan inti ajaran Islam agar tetap hidup, dan siapa yang membela Islam demi kekuasaan, kedudukan, kemasyhuran, dan kemapanan takut kehilangan makmum atau pengikut.
Beberapa tahun yang lalu marak terjadi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Sepanjang sejarah, manusia mengalami perkembangan dan kemerosotan peradaban. Ketika mengalami kemerosotan peradaban, keruntuhan budaya, hilangnya daya pikir kritis kolektif masyarakat dan intelektual bangsa, bukan berarti sejarah berjalan mundur. Sejarah maju terus, manusianya yang naik turun dan maju mundur.
Tidak dipungkiri memang agama dan ketuhanan bisa memperkenalkan manusia pada etika dan moralitas, dan perannya sepanjang sejarah tidak lagi disangsikan. Disini saya hanya ingin mencoba menelusuri, bagian sebelah mana dari agama yang memungkinkan orang melakukan kekerasan atas namanya? Bukankah semua agama mengajarkan bagaimana cara hidup damai dan adil, tapi mengapa orang bisa menjadi penuh kekerasan dan jauh dari rasa keadilan atas nama agama?
Apa sebetulnya yang hendak dicapai dengan penggunaan kekerasan itu? Berhasilkah kekerasan mencapai tujuannya? Mana lebih efektif, efisien dan berhasil, menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuan atau berdoa meminta bantuan Tuhan?
Tentu saya sepakat bahwa jauh lebih banyak umat beragama yang tidak melakukan kekerasan. Tapi jika ada yang bisa-bisanya melakukan kekerasan atas nama agama, ini perlu kita renungkan, yang salah di mana? Di agamanya itu sendiri? Penafsiran orang tersebut yang salah? Orang tersebut oknum? Mengapa ada banyak oknum dan banyak orang mendukung oknum? Apakah yang salah adalah metoda pengajaran agamanya. Juga pertanyaan filosofis sah ditanyakan di sini: Jika agama itu adalah jalan yang sempurna mengapa masih bisa disalahtafsirkan?
Saya justru melihat mereka yang melakukan pembantaian massal, mereka yang melakukan bom bunuh diri, mereka yang gemar melakukan kekerasan logikanya berantakan, justru menunjukkan kekacauan konsep berpikir. Saya hanya ingin mengajak umat beragama yang gemar melakukan kekerasan terhadap kelompok yang dianggap beraliran sesat agar bersabar saja dan menunggu tindakan langsung dari Tuhan. Percayalah Tuhan Maha Kuasa, kalau memang percaya Tuhan, jangan mengambil hak Tuhan untuk menghukum mereka yang sesat, karena pada akhirnya, hanya Tuhanlah yang tahu dan berhak menentukan siapa yang benar dan siapa yang sesat.
Yang saya harapkan tentu saja, bahkan dalam perbedaan yang paling tajam, bahkan dalam perdebatan yang paling sengit, kita tetap menjauhi kekerasan. Ini kelihatannya kecil. Tapi ini adalah langkah awal perdamaian menurut saya.
Perdamaian bukanlah ketika perbedaan tiada.
Perdamaian bukanlah ketika konflik punah.
Perdamaian adalah ketika perbedaan dan konflik diterima, dipahami, dan diselesaikan tanpa pertumpahan darah.
Sumber
Sumber
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus. Aliquam a nulla sapien. Sed facilisis ultricies purus, sed dapibus eros auctor vel. Phasellus et est nibh. Sed sagittis neque vel magna euismod ut vulputate sapien tempus. Fusce feugiat condimentum nulla. Aliquam quis convallis nunc. Nulla eu eros quam. 
Heading H1Suspendisse elementum tincidunt mi, non dictum nibh molestie a. In placerat rutrum felis, eu lacinia nunc eleifend vitae.
Heading
blockquote

Heading H1Suspendisse elementum tincidunt mi, non dictum nibh molestie a. In placerat rutrum felis, eu lacinia nunc eleifend vitae.
Heading
Heading h1
Heading h2
Heading h3
Heading h4
Heading h5
Heading h6
blockquote
Eu mei solum oporteat eleifend, libris nominavi maiestatis duo at, quod dissentiet vel te. Legere prompta impedit id eum. Te soleat vocibus luptatum sed, augue dicta populo est ad, et consul diceret officiis duo. Et duo primis nostrum.
| Table Header 1 | Table Header 2 | Table Header 3 |
|---|---|---|
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
goreng insum goreng insum goreng insum

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus. Aliquam a nulla sapien. Sed facilisis ultricies purus, sed dapibus eros auctor vel. Phasellus et est nibh. Sed sagittis neque vel magna euismod ut vulputate sapien tempus. Fusce feugiat condimentum nulla. Aliquam quis convallis nunc. Nulla eu eros quam. Heading H1Suspendisse elementum tincidunt mi, non dictum nibh molestie a. In placerat rutrum felis, eu lacinia nunc eleifend vitae.
Heading
Heading h1
Heading h2
Heading h3
Heading h4
Heading h5
Heading h6
blockquote
Eu mei solum oporteat eleifend, libris nominavi maiestatis duo at, quod dissentiet vel te. Legere prompta impedit id eum. Te soleat vocibus luptatum sed, augue dicta populo est ad, et consul diceret officiis duo. Et duo primis nostrum.
| Table Header 1 | Table Header 2 | Table Header 3 |
|---|---|---|
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
goreng insum goreng insum goreng insum

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus. Aliquam a nulla sapien. Sed facilisis ultricies purus, sed dapibus eros auctor vel. Phasellus et est nibh. Sed sagittis neque vel magna euismod ut vulputate sapien tempus. Fusce feugiat condimentum nulla. Aliquam quis convallis nunc. Nulla eu eros quam. Heading H1Suspendisse elementum tincidunt mi, non dictum nibh molestie a. In placerat rutrum felis, eu lacinia nunc eleifend vitae.
Heading
Heading h1
Heading h2
Heading h3
Heading h4
Heading h5
Heading h6
blockquote
Eu mei solum oporteat eleifend, libris nominavi maiestatis duo at, quod dissentiet vel te. Legere prompta impedit id eum. Te soleat vocibus luptatum sed, augue dicta populo est ad, et consul diceret officiis duo. Et duo primis nostrum.
| Table Header 1 | Table Header 2 | Table Header 3 |
|---|---|---|
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
| Division 1 | Division 2 | Division 3 |
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
- Lorem ipsum dolor sit amet
goreng insum goreng insum goreng insum


